Covid-19: Makanan dan Imunitas

Sabtu, 21 Maret 2020

Image by Hatice EROL from Pixabay 

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI), melalui Jubir Pemerintah untuk Covid-19, dr. Achmad Yurianto, menyatakan bahwa sebanyak 81 kasus baru Covid-19 ditemukan per tanggal 21 Maret 2020. Lonjakan yang cukup tinggi ini menyebabkan total pasien positif Covid-19 di Indonesia naik dari 369 pasien menjadi 450 pasien hanya dalam sehari.  

Di awal munculnya kasus Covid-19, Menteri Kesehatan (Menkes) Indonesia, dr. Terawan, menghimbau masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi pandemi ini. Menurut beliau, Covid-19 bisa dicegah dengan cara melakukan gerakan hidup sehat, diantaranya konsumsi makanan sehat dan bergizi dengan cukup dan tepat waktu, rutin mengkonsumsi air putih, dan menjaga aktivitas fisik. Hal-hal tersebut, lanjut beliau, adalah kunci utama untuk meningkatkan imunitas tubuh dalam mencegah penularan Covid-19.

 

Apakah imunitas?

Imunitas atau daya tahan tubuh berperan dalam melindungi tubuh dari serangan penyakit yang dapat disebabkan oleh mikroorganisme penyebab penyakit, seperti virus, bakteri, dan beberapa mikroorganisme patogen lainnya. Dalam buku Pathology Illustrated (Robert et al., 2011), disebutkan bahwa sistem imunitas terdiri dari dua komponen, yaitu imunitas natural (Innate) yang bekerja kurang spesifik dan imunitas adaptif (Adaptive) yang bekerja lebih spesifik.

Imunitas natural memiliki respon yang cepat dan merupakan pertahanan pertama tubuh dalam melawan infeksi. Namun, imunitas ini tidak bekerja spesifik untuk melawan patogen. Imunitas adaptif memiliki respon imun yang lebih spesifik dalam melawan patogen juga memiliki fungsi respon efektor (Effector Response) dan respon memori (Memory Response).

Saat organisme berbahaya masuk ke dalam tubuh, respon efektor bekerja untuk mengeliminasi atau menetralisir patogen. Jika beberapa waktu kemudian organisme yang sama kembali menginvasi tubuh, respon memori dalam imun akan mengeliminasi patogen dengan lebih cepat sehingga penyakit dapat dicegah. Sistem tersebut menyebabkan individu yang pernah terjangkit dan sembuh dari penyakit menular sebelumnya, memiliki kemungkinan kecil untuk terjangkit lagi di masa mendatang.

 

Apakah dengan meningkatkan imunitas melalui makanan atau suplemen tertentu bisa membuat kita terhindar dari Covid-19?

Jawabannya, tidak. Dilansir dari laman web The Association of UK Dietitian (2020), hingga saat ini tidak ada atau belum ada makanan atau suplemen “super” yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah seseorang terinfeksi Covid-19. Lalu bagaimana dengan jamu atau minuman rempah-rempah khas Indonesia lainnya? Jawabannya, tetap tidak. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa zat kurkumin dalam kunyit, yang merupakan bahan baku jamu, memiliki fungsi sebagai anti-inflamasi, antioksidan, antikanker dan imunomodulator yang berperan dalam regulasi sistem imun. Namun demikian, hingga saat ini belum ada penelitian klinis yang membuktikan efek kurkumin dalam mencegah Covid-19. Begitu juga dengan jenis makanan lainnya seperti temulawak atau susu jahe.

Belakangan, beberapa media elektronik menyebutkan adanya peningkatan konsumsi jamu di beberapa daerah sebagai upaya pencegahan Covid-19. Penting untuk dipahami, bahwa konsumsi jamu atau makanan bernutrisi lainnya tidak serta merta membuat tubuh kita kebal terhadap infeksi Covid-19. Dengan begitu, kita harus tetap berhati-hati, bijak, dan waspada dalam bertindak untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Namun demikian, tubuh kita tetap membutuhkan makanan bernutrisi seimbang untuk memelihara fungsi normal daya tahan tubuh dalam melawan peradangan dan infeksi dalam tubuh. Diet sehat dan seimbang tetap diperlukan untuk mendukung fungsi sistem imun kita dalam mencegah penyakit. Asupan vitamin, seperti vitamin A, B6, B12, Folat, C, dan D, serta mineral, seperti tembaga, selenium, zat besi, dan zinc dari makanan sangatlah penting untuk menjaga fungsi tersebut. Zat-zat tersebut dapat dipenuhi dengan konsumsi berbagai jenis makanan seperti buah, sayur, kacang-kacangan, daging, dan beberapa makanan lain seperti yang disebutkan dalam panduan makanan sehat bergizi seimbang yang dianjurkan oleh Kemenkes melalui gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).

 

Lalu, apa langkah terbaik agar terhindar dari Covid-19?

Hingga saat ini, langkah terbaik yang bisa kita lakukan untuk mencegah dan mengurangi penyebaran Covid-19 adalah dengan mengikuti himbauan-himbauan dari pemerintah. Diantaranya:

    1. Jaga kebersihan, dengan cara selalu mencuci tangan dengan sabun, hindari menyentuh bagian wajah dengan tangan, serta mandi setelah bepergian dari luar. Telapak tangan adalah sumber dari berbagai jenis bakteri dan virus karena sering digunakan untuk menyentuh benda-benda yang tanpa kita sadari mengandung mikroorganisme patogen. Mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik dapat membunuh virus Covid-19 yang mungkin ada di telapak tangan kita.
      Image by mohamed Hassan from Pixabay
    2. Jaga jarak, atau yang disebut juga dengan istilah social distancing, dengan cara bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Hal ini termasuk untuk menahan diri agar tidak bepergian keluar rumah untuk hal yang tidak mendesak, juga menghindari keramaian dan tempat-tempat umum. Virus adalah makhluk hidup yang berukuran sangat kecil sehingga sulit dilihat dengan kasat mata. Hal inilah yang membuat kita harus lebih waspada karena orang yang terlihat sehat ternyata bisa saja membawa virus Covid-19 bersamanya dan secara tidak sengaja menularkannya kepada kita.

      Image by thedarknut from Pixabay
    3. Jaga pola hidup sehat, termasuk konsumsi makanan sehat bergizi seimbang dengan teratur, tetap menjaga tubuh agar tetap aktif dengan olahraga ringan yang bisa dilakukan di rumah, konsumsi air putih dengan rutin, menjaga pola tidur teratur, serta melakukan hobi yang bisa dilakukan di rumah seperti membaca atau bermain game dengan keluarga agar tidak stress dan pikiran tetap positif.
Image by mohamed Hassan from Pixabay

Tentunya, peran pemerintah juga sangat krusial dalam pencegahan penyebaran virus ini. Pemerintah harus bertindak dengan cepat dan transparan dalam memberi informasi kepada masyarakat. Namun, peran kita sebagai masyarakat pun penting untuk mengurangi laju penyebaran virus ini. Bersikap kooperatif selama masa isolasi, pemeriksaan, dan perawatan, serta bersikap bijak, tenang namun waspada sehingga pandemi Covid-19 ini bisa lebih cepat kita akhiri bersama-sama!

 Penulis: Widya Indriani, MSc

 

Sumber:

Jagetia, G., & Aggarwal, B. (2007). “Spicing Up” of the Immune System by Curcumin. Journal Of Clinical Immunology, 27(1), 19-35. doi: 10.1007/s10875-006-9066-7

Roberts, F., MacDuff, E., Callander, R., & Ramsden, I. (2011). Pathology Illustrated (7th ed.).

The Association of UK Dietitian. (2020). Covid-19/Coronavirus – Advice for the General Public. Akses: www.bda.uk.com/resource/covid-19-corona-virus-advice-for-the-general-public